www.hebatriau.com www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Pengusaha Ungkap Ada Fenomena Baru Muncul di RI, Ini Penyebabnya
Senin, 22/12/2025 - 20:16:22 WIB
TERKAIT:
   
 

hebatriau.com, Jakarta -- Persaingan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di kawasan Asia Tenggara kian ketat. Indonesia tidak lagi hanya berhadapan dengan negara tradisional seperti Vietnam namun juga Kamboja, tetapi juga dengan negara-negara yang agresif menarik investasi baru. Perbedaan struktur biaya dan kepastian kebijakan menjadi faktor penentu investor dalam memilih negara tujuan.

"Jadi perlu kita ketahui di ASEAN ini kita ini bersaing dengan Vietnam, Bangladesh, Kamboja, dan Laos. Di luar ASEAN ada Bangladesh, ada India. Saya itu kebetulan Ketua Asosiasi Tekstil se-ASEAN. Mereka itu membandingkan bagaimana istilahnya, ongkos jahit per piece-nya," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja dalam konferensi pers di kantor API, Senin (22/12/2025).

Perbandingan biaya menjadi pertimbangan utama investor global. Ongkos produksi yang lebih kompetitif membuat negara lain terlihat lebih menarik. Situasi ini menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak mudah dalam perebutan investasi. Lonjakan ekspor TPT di sejumlah negara tetangga disebut bukan terjadi secara kebetulan.

"Kita bisa lihat kenapa Kamboja, Vietnam, Laos, ekspor TPT-nya melonjak tajam? Karena asal muasalnya sebetulnya yang paling besar itu di sana FDI atau Foreign Direct Investment, yang investor-investornya banyak dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok," ujar Jemmy.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya sempat masuk radar investor. Namun dalam praktiknya, arus investasi justru lebih deras mengalir ke negara lain. Hal ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan semakin terlihat jelas.

"Kenapa mereka banyak datang ke Vietnam, Bangladesh, Myanmar, Laos? Ya, sebetulnya mereka ada yang mencoba masuk ke Indonesia. Tapi kita lihat dalam waktu rentang lima tahun terakhir, itu derasnya di negara-negara Vietnam dan Kamboja."

Jemmy menilai keputusan investor sangat ditentukan juga oleh faktor kepastian, termasuk dalam ketentuan kenaikan upah minimum. Ketika kebijakan dianggap tidak stabil, minat untuk masuk akan langsung menurun. Kondisi inilah yang menurutnya perlu segera dibenahi.

"Mereka melihat, satu, butuh sekali lagi kepastian. Kalau Indonesia yang awalnya mereka itu banyak yang 2026 mereka mau datang ke Indonesia, mau melihat. Ya, saya selalu bilang 'Welcome to Indonesia'. Indonesia negara yang punya masa depan. Tapi kalau seandainya mereka melihat 0,5 dikasih rentang sampai 0,9, ini membuat satu ketidakpastian. Jadi investor itu pasti enggan datang ke sini," ujarnya.

Menurutnya, ketidakpastian tersebut menjadi sinyal negatif di mata investor global. Dalam iklim persaingan regional yang ketat, investor cenderung memilih negara dengan aturan yang jelas dan konsisten. Jika tidak, Indonesia berisiko terus ditinggalkan.

"Jadi sekali lagi, kita butuh, kita mohon dengan sangat para pemangku kebijakan di pemerintah pusat untuk membuat iklim investasi atau regulasi yang setidaknya pro kepada industri," ujar Jemmy.




 
Berita Lainnya :
  • Pemko Pekanbaru Bebastugaskan Oknum ASN dalam Perkara Nenek Jasmiati
  • APINDO Dorong RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Perluas Daya Saing
  • Surat Pengaduan Belum Juga Didisposisi, S. Hondro Pertanyakan Keseriusan DPRD Pekanbaru Tangani Aduan Masyarakat
  • Rayakan HUT IKPI, Aksi Sosial di Pekanbaru Berhasil Kumpulkan 444 Kantong Darah
  • CPO Diduga Masuk Sungai di Kawasan Industri Lubuk Gaung, PT EUP Didesak Buka Terang dan Pemerintah Bertindak
  • SPMB 2026 Dipenuhi Keluhan, GRIB Jaya Pekanbaru Desak Plt Gubernur Bertindak: Disdik Riau Jangan Bungkam Aduan, Kabid SMA Harus Dievaluasi!
  • GRIB Jaya Desak BK Periksa Anggota DPRD Pekanbaru Berinisial F, S. Hondro: Kami Tak Akan Berhenti di BK
  • Pernyataan Wali Kota Pekanbaru Soal 133 HGB STC Jadi Sorotan, KPK dan Kemendagri: Tak Pernah Beri Rekomendasi
  • S. Hondro Desak Transparansi Anggaran Publikasi Kampar: Jangan Ada Media 'Titipan'
  • Dugaan Adanya Permainan, Ketum PMN Soroti Anggaran Diskominfo Kepulauan Meranti
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Pasca Kejadian yang Menimpa Mahasiswa Papua di Surabaya
    Gejolak Yang Terjadi di Papua, Tak Goyahkan Kedamaian Merauke
    2 Masyarakat Jangan Sembarang Unggah Data KTP-el dan KK di Internet
    3 Pengadilan Tolak Gugatan F. Zega, S. Hondro Tegaskan Sengketa Telah Diuji Melalui Jalur Hukum
    4 Laporan Sempat Dicabut karena Janji Pelunasan, Dugaan Penipuan Proyek Rp 200 Juta yang Libatkan 2 Oknum DPRD Pekanbaru Kembali Mencuat
    5 Apresiasi Polri Berantas Korupsi, Ketum LSM Rajawali Merah Putih Sebut Ketegasan Kakortastipidkor Cerminkan Supremasi Hukum yang Berkeadilan
    6 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    7 Pelaksanaan Pelantikan Pejabat Kepala Desa Bantan Tua Oleh Camat Bantan
    8 HEBAT ! Ini 31 Nama Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Riau 2024
    9 Silaturahmi dan Audiensi Penuh Keakraban, GRIB Jaya Kota Pekanbaru Perkuat Sinergi dengan Ketua DPRD Riau
    10 Hebat…!!! Anggota Komisi A DPRD Nisel, Tantang Tim Terpadu Pemda Nisel Observasi ke Seluruh Desa
     
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2025 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved