Lepas Tembakan Kapal Perang AS Peringatan ke Kapal Iran!
Rabu, 28/04/2021 - 09:56:02 WIB
HebatRiau.com, Washington DC - Sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) melepaskan tembakan peringatan ke arah tiga kapal cepat militer Iran yang berlayar di perairan Teluk, pekan ini. Tembakan peringatan dilepaskan kapal AS setelah tiga kapal militer Iran melaju terlalu dekat.
Seperti dilansir AFP, Rabu (28/4/2021), tiga kapal serbu cepat yang dioperasikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGCN) mendekat dalam jarak 62 meter dari USS Firebolt dan kapal Penjaga Pantai AS Baranoff pada Senin (26/4) waktu setempat, di wilayah perairan internasional yang ada di bagian utara perairan Teluk.
"Awak-awak AS memberikan beberapa peringatan via radio bridge-to-bridge dan perangkat pengeras suara," demikian pernyataan Armada Kelima AS pada Angkatan Laut AS.
Namun kapal-kapal Iran itu malah bergerak semakin mendekati kapal perang AS. "Awak Firebolt kemudian melepaskan tembakan peringatan, dan kapal-kapal IRGCN bergerak menjauh ke jarak aman dari kapal-kapal AS," imbuh pernyataan tersebut.
AS menyebut tindakan Iran itu 'meningkatkan risiko salah perhitungan dan/atau tabrakan'. Ditegaskan AS bahwa komandan kapal perang AS itu 'menegakkan hak yang melekat untuk bertindak dalam membela diri'.
Dalam pernyataannya pada Selasa (27/4) waktu setempat, Armada Kelima AS juga menyebut bahwa insiden serupa terjadi pada 2 April lalu, saat empat kapal Garda Revolusi Iran, tiga kapal serbu cepat dan kapal katamaran Harth 55 yang besar, bergerak mendekati dua kapal patroli milik Penjaga Pantai AS.
Bahkan disebutkan bahwa kapal-kapal Iran itu melewati bagian haluan kapal AS sambil mengabaikan peringatan yang diberikan.
Rekaman video dari Angkatan Laut AS menunjukkan kapal Harth 55 memotong jalur pelayaran di depan salah satu kapal AS, yang terpaksa berbelok tiba-tiba demi menghindari tabrakan.
Konfrontasi kapal-kapal perang AS dan kapal militer Iran ini terjadi saat perundingan antara Iran dan negara-negara kekuatan dunia tengah digelar di Wina, Austria, untuk membahas kembalinya AS ke dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. AS meninggalkan kesepakatan itu tiga tahun lalu di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.
Dalam kesediaannya untuk kembali bergabung dengan kesepakatan itu, Presiden Joe Biden menekankan perlunya mengurangi 'aktivitas destabilisasi Iran di kawasan Timur Tengah'.(rilis)
sumber Detiknews
| |
Berita Lainnya : |
| Terlapor Dugaan Penganiayaan di Asahan Disebut Eks Polisi, Penanganan Kasus Jadi PerhatianPekanbaru Perkuat Posisi di Peta Pariwisata Nasional, Raih Penghargaan ITMW Destination Awards 2026MBG Saat PJJ di Pekanbaru Jadi Sorotan, S. Hondro Pertanyakan Ketepatan Sasaran hingga Transparansi DistribusiKEMENTERIAN PU: MEMBANGUN INFRASTRUKTUR, MENEGAKKAN INTEGRITASPedagang Sembako di Pekanbaru Diduga Diancam Senjata Api oleh 2 Pria Tak DikenalKetum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Transformasi Polri Harus Berorientasi pada Keadilan, Pelayanan, dan Kepercayaan PublikGRIB Jaya Pekanbaru Apresiasi Kombes Pol M. Hasyim Risahondua, Soal Pengusutan Dugaan Pencurian dan Penyimpangan Dokumen Tanah di SiakPublik Desak Polda Riau Segera Usut dan Tangkap IB, Eks Polisi yang Diduga Terlibat Peredaran Sabu di PekanbaruLaporan Dugaan Pengeroyokan dan Pengrusakan Rumah Naik ke Penyidikan, Ketum PKMNR Desak Polsek Kulim Segera BertindakAPINDO, PBB, dan Bappenas Luncurkan GISD Country Platform untuk Perkuat Investasi Berkelanjutan |
| |
Komentar Anda :