www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Demo Anarkis Tidak Perlu
Selasa, 13/10/2020 - 10:37:58 WIB

HebatRiau.com, SUMBAR - Tak akan ada Pemerintahan dimana pun yang membuat kebijakan yang bertujuan menyengsarakan rakyatnya. Demikianpun RUU Omnibus law Cipta Lapangan Kerja.

Namun Demikian penyusunan UU haruslah memperhatikan prosedur penyusunan yang sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2011 jo UU No. 15 Tahun 2019.

Hal ini, ditegaskan dan dikatakan oleh Rektor Unes AAI Padang, Dr. H. Otong Rosadi, SH.MH, ketika dihubungi SuaraHebat.co.id, pada Selasa Pagi (13/ 10) melalui pesan Whatsapp-nya.

Lebih jauh, ketika ditanyakan bagaimana dengan demo menolak UU Cipta kerja hingga berlarut larut dan bisa merugikan Pendemo dan juga bisa terimbas penyebaran virus covid 19, ia mengatakan sebaiknya manfaatkanlah jalur Mahkamah konstitusi (MK) untuk judicial review ke Mahkamah konstitusi.

Sementara itu, menurut Idul fitri, SH, salah seorang Mahasiswa Pasca Sarjana Hukum Unes AAI Padang dan Pasca Sarjana Hukum Unand Padang yang juga Pemerhati Hukum dan Kader PDI Perjuangan Sumatera Barat, mengatakan bahwa menarik juga untuk kita simak dan dipikirkan pro dan kontra UU Cipta Kerja ini.

Ini di-tayangkan tulisan tersebut secara lengkap, Adanya sebuah pemikiran dari sebuah tulisan dari teman diFEUI, saya juga sependapat dengan teman tersebut.  Perlu Gak Sih Buat Omnibus Law?

Buat gue? Gak perlu. Ya ngapain urusannye gue perlu omnibus law.

Ya itu keegoisan gue.

Buat Jokowi? Gak perlu. Ya ngapain kalo untuk diri Jokowi sendiri membuat sebuah "kompilasi" dari peraturan peraturan yang SUDAH ada jadi satu. Kayak bikin album "Best of ...." aja...

Untuk DPR, perlu ga bikin omnibus law. Halah... nambah nambahin kerja  mereka aja.

Dimana dengan Ongkang-ongkang kaki, target bikin UU ga tercapai juga mereka gak ada masalah.

Lalu sebenernya buat siapa dong omnibus law ini? Siapa yang memerlukan sampai dibuat?

Ya buat kamu. Kamu yg masih nganggur. Pendidikan sekolah menengah. Berapa juta jumlahnya yang masih nganggur, butuh kerjaan.

Makanya disebut UU Cipta Kerja. Sebuah peraturan yang bisa membuka tambahan lapangan kerja baru buat yang masih nganggur.

Nah sampai sini dulu deh. Jadi bukan buat gue, bukan buat Jokowi, bukan buat DPR, halah... gak perlu,

Ongkang-ongkang kaki juga hidup enak anggota dewan, mah.

Ya kalo didemo gini, buat Jokowi (secara pribadi dengan egois, dan DPR) batalin aja gak masalah. Jokowi tetap presiden, DPR tetap ongkang-ongkang kaki bobo nyenyak.

Nah jadi buat kamu yang masih nganggur, kan elu butuh banyak lapangan kerja baru, apalagi persaingan tiap tahun makin nambah. Gimana dah caranya bisa ada lapangan kerja buat elu,

Ya elu yang emang sungguh sungguh mau kerja.
 
Jalannya tentu aja dengan adanya investor yang menggelontorkan uang ke daerah elu. Bikin bisnis, bikin usaha, bikin pabrik, bikin perusahaan, supaya elu elu bisa punya lebih banyak kesempatan dan peluang dapat kerjaan. Itu makanya disebut UU Cipta Kerja.

Supaya ada investor yang masuk ke daerah elu dengan senang hati,

Maka perizinannya dipangkas, gak lagi berbelit belit dengan berbagai tumpang tindih UU antar sektor.

Makanya UU antar bidang sektor yang saling silang satu sama lain itu digabungin bagian bagian yang beririsan dalam satu UU. Makanya disebut omnibus.

Jadi kalau omnibus law ini sebuah produk, dan tiap produk pasti punya sasaran spesifik. Maka sasarannya adalah kamu kamu yang masih nganggur dan belum kerja.

Jadi ironis sebenarnya UU yang sasarannya untuk mereka yang masih nganggur DI-DEMO dan ditolak sama mereka yang udah kerja punya penghasilan tetap tiap bulan, ditambah uang lembur atau tunjangan lain.

UU ini juga didemo sama mahasiswa yang kalau mereka lulus, mereka mana mau jadi buruh.

Sekarang omnibus law masih banyak pasal pasal yang dianggap bermasalah. Ya ga perlu demo. Bertarung secara intelektual, berikan kajian komprehensif dan mendalam di mana saja kelemahan omnibus law. Dan juga bisa diajukan judicial review ke Mahkamah konstitusi.

Omnibus law ini, sekejap dibatalin juga presiden dan DPR gak rugi apa-apa. Yang rugi siapa? Ya kalian yang masih nganggur, karena produk hukum ini sasaran akhirnya adalah membuka lapangan kerja buat kalian yang masih nganggur (Idul fitri,SH)



 
Berita Lainnya :
  • Kantor Satgas Inti IPK Rohul Diresmikan dan Penyerahan Bantuan Sosial Kepada 30 Lansia dan Anak Yatim Piatu.
  • Terkait Pasar Ramadhan Dan Sholat Tarawih, Ini Kata Walikota Dumai.
  • Gelar Rapat, Ini Pesan Walikota Dumai Terkait Covid-19
  • Wako Dumai Tinjau Langsung Pemadaman Api Kebakaran Hutan Usai Melakukan Video Confrence Dengan Gubri
  • Segera Selesaikan RDRT oleh Pemko Dumai
  • Gubernur Riau.DRS H.Syamsuar MSi. Panen Jagung kelompok Tani Santri Indonesia
  • Pelatihan Jurnalistik riaubangkit.com diharapkan lahirkan wartawan profesional
  • Personil Ops Pemburu Teking Covid-19 Polres Kuansing tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya
  • Suasana Pendemi Covid19 Polri selalu Menghimbau Masyarakat Agar Mematuhi 3M
  • Tim Puslitbang Polri Kunjungi Polresta Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    2 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    3 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    4 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    5 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    6 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    7 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    8 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    9 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
    10 Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved