www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Nasional
Rica Ibu 3 Anak Curi Buah Sawit untuk Beli Beras Divonis 7 Hari Penjara, Ia Juga Minta Maaf, Dirut PTPN V Malah Tawari Pekerjaan
Jumat, 05/06/2020 - 13:17:00 WIB

PEKANBARU - Direktur Utama PTPN V Jatmiko K Santosa menyerahkan bantuan sejumlah uang kepada RMS (31), Ibu Rica IRT yang akan jalani sidang Tindak Pidana Ringam dugaan mencuri tandan buah sawit PTPN V Sei Rokan dengan alasan untuk membeli beras yang berdomisili di Langgak Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul, Riau, Kamis (4/6/2020) malam.

Dalam kesempatan itu juga RMS (31) Ibu Rica mengaku menyesali perbuatannya yang telah mencuri tandan buah sawit milik PTPN V Sei Rokan di Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Ibu tiga anak ini menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Permohonan  maaf itu disampaikan langsung RMS kepada Direktur Utama (Dirut) PTPN V Jatmiko K Santosa yang berkunjung ke rumahnya di Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Rohul, Kamis (4/6/2020) malam.

"Saya menyesal, pak. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, pak," ucap RMS dikutip dari kompas,com Jumat, (5/6).

Begitu juga dengan suaminya, Junaidi (43), menyampaikan maaf kepada pihak perusahaan atas kelakuan istrinya.

Selaku kepala keluarga, dia berjanji akan membina istrinya dengan baik agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.

"Saya sebenarnya malu dan tidak menyangka istri saya berbuat seperti ini. Sudah saya ingatkan jangan seperti itu lagi. Jadi, saya minta maaf kepada kepada semua pihak, terutama PTPN V. Ke depannya saya janji akan jaga istri saya," kata pria yang bekerja serabutan ini.

Pengakuan RMS: Khilaf saat beras habis

Sementara itu, kepada Kompas.com, RMS mengaku sebelum mencuri tandan buah sawit perusahaan plat merah itu, beras di rumahnya sudah habis.

Dia mengaku uang buat beli beras juga sudah habis. Sementara suaminya saat itu sedang bekerja dan bermalam di kebun sawit orang lain di Rokan IV Koto

"Waktu itu beras cuma tinggal dua kilo. Jadi saya pergi ambil buah sawit PTPN V untuk beli beras. Saya khilaf, pak. Maafkan saya. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan dan pihak lainnya yang telah membantu saya," pungkas Richa.

Sementara itu, Dirut PTPN V Jatmiko K Santosa menyerahkan bantuan sejumlah uang secara pribadi kepada Rica dan suaminya.

Bantuan tersebut sebagai bentuk prihatin perusahaan terhadap keluarga Rica, yang  mencuri tandan buah sawit dengan alasan untuk membeli beras.

Dengan demikian, Jatmiko meminta Richa agar tidak mengulangi perbuatannya, supaya tidak lagi berurusan dengan hukum.

"Tentu harapan kita ke depan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Karena yang namanya pencurian itu tidak dibenarkan," tandasnya.

Dirut PTPN V kaget dengan berita yang beredar, katanya mengaku kaget dengan pemberitaan yang beredar terkait penangkapan pelaku pencurian tandan buah sawit tersebut.

Menurutnya pemberitaan yang beredar tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi sebenarnya.

"Jujur saya sendiri sangat kaget dengan informasi yang beredar di media. Karena, sepemahaman saya, kami tidak melakukan kegiatan seperti itu. Artinya, kami dalam masalah hukum tetap melihat sisi kemanusiaannya juga. Tapi kan diberita yang beredar seolah-olah kami tidak punya rasa kemanusiaan. Makanya saya datang langsung mengecek seperti apa yang sebenarnya," ungkap Jatmiko.

Tapi bagaimana pun kasus tersebut sudah terjadi. Dia berharap ke depan tidak ada lagi aksi pencurian tandan buah sawit di PTPN V.

Dirut PTPN V Jatmiko bahkan menawarkan pekerjaan buruh harian di perusahaan kepada Richa maupun suaminya.

"Nanti akan kami cek barangkali memang ada ruang buat Ibu Richa dan suami bekerja harian ditempat kita," tuturnya

Sebagaimana diketahui, Richa Marya Simatupang (RMS) tertangkap tangan mencuri tandan buah sawit milik PTPN V Sei Rokan di Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Sabtu (30/5/2020) lalu.

Ibu tiga anak ini beraksi bersama tiga orang temannya. Namun, dua orang temannya berhasil melarikan diri.

Richa yang ditangkap sekuriti perusahaan membawa pelaku ke Polsek Tandun, dengan barang bukti tiga tandan buah sawit dan satu egrek tangkai kayu.

Akibat pencurian tersebut, perusahaan mengalami kerugian Rp 76.500. Ibu Rica dari sidangnya dihukum 7 hari penjara

Berkas perkara itu langsung diserahkan penyidik kepolisian ke Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian tanpa melalui jaksa penuntut umum. Karena, dalam kasus ini kerugian di bawah Rp 2,5 juta.

Dalam putusan sidang yang digelar Selasa (2/6/2020), Richa divonis bersalah dan dihukum tujuh hari penjara.

Namun, yang bersangkutan tidak menjalani perlu penahanan. Kecuali, dikemudian hari ada perintah lain dalam putusan hakim telah berkekuatan hukum tetap oleh karena tindak pidana lain sebelum masa percobaan dua bulan. (Fah/tim/Sumber Kompas.com).



 
Berita Lainnya :
  • Tiba di Kalteng Presiden Tinjau Food Estate hingga Posko Penanganan Covid-19
  • Kegiatan Lounching Program Kampung Tangguh Nusantara, Jaga Kampung Desa Suka Maju Kec.Singingi Hilir
  • PN Tipikor Pekanbaru Sidang Dugaan Gratifikasi, Mantan Anggota DPRD Bengkalis Ini Diingatkan Jangan Berbohong
  • Tim Relawan Covid-19 Mahasiswa/i UNRI Lakukan Edukasi Warga di Pasar Desa Lubuk Bendahara
  • Anggota DPRD Sumbar dan Owner SHI Group, Harap Jalintas Sumbar- Riau Dijadikan Jalan Nasional Biaya APBN
  • Kapolres Bengkalis Dalam Lounching Program Kampung Tangguh Nusantara Jaga Kampung
  • Aktivis Anti Narkoba
  • Sinergi Mampu Atasi Karhutla di Riau
  • Hasil Rapid Tes di 12 Kabupaten Oleh Kepala Dinas Kesehatan
  • Fasilitas Rapid Tes Sementara Dihentikan di Bandara SSK II Pekanbaru Sementara Dihentikan
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    2 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    3 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    4 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    5 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    6 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    7 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    8 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    9 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
    10 Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved