www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Cegah Stunting Di Kampung Samsam
Selasa, 05/07/2022 - 09:17:24 WIB

TERKAIT:
   
 

Hebatriau.com | KANDIS - Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau giat menelusuri terjadinya stunting anak di lingkungan masyarakat Kampung Samsam. Dengan adanya kepala keluarga Bapak Sudarman Waruwu datang berkunjung ke rumah kediaman ketua DPD KPH-PL Kab. Siak Jonsen Tampubolon.SE, menceritakan keadaan anak kembar tiga orang sekaligus dengan persalinan operasi sesar pada waktu 1.5 Tahun yang lalu. Sudarman menceritakan keadaan anaknya mengalami diduga kekurangan gizi, sehingga mengganggu pertumbuhan anak kembarnya itu. Keadaan saya memang pas-pasan pak jadi memang dalam mengurus anak 3 sekaligus memang tidak mudah, sehingga kurangnya nutrisi yang kami berikan kerna keadaan. Ungkapnya dengan rasa sedih.

Jonsen Tampubolon langsung menghubungi kepala Kampung Samsam Bapak Suparsono. Dengan sigap Bapak Suparsono menerima keluhan warganya dan akan memberikan perhatian khusus terhadap keluhan masyarakat tentang stunting.

Dari hadirnya masyarakat yang mengalami stunting di kantor Kampung Samsam Sudarman Waruwu, istrinya Yulisa Tafanao beserta anak kembarnya bernama Febriaman Waruwu, Febri Yanti Waruwu, Febri Yana Waruwu di sambut hangat oleh Kepala kampung Suparsono, Kadus Mangunsong langsung mengarahkan dan mengkawal proses penanganan stunting ke puskesmas Kandis. Sesampai di puskesmas langsung di tangani. Hasil diagnosa pihak puskesmas membuat rujukan ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Mandau Kabupaten Bengkalis bernama Febri Yanti Waruwu ada kelainan saraf di bagian kepala, cetus Sudarman dan akan berangkat pada hari Kamis tgl 7 Juli 2022.

Dengan sedih bapak Sudarman  Waruwu mengatakan betapa perdulinya pemerintah terhadap saya, anak saya kembar tiga sekaligus semua di tangani oleh pihak puskesmas dengan baik atas pengawalan kades Suparsono. Saya tidak bisa membalas kebaikan para bapak- bapak/ ibu yang telah membantu keluarga saya, ucapnya dengan rasa terharu.

Atas wawancara awak media terhadap kepala kampung, Suparsono mengatakan bahwa belakangan ini kita sering mendengar tentang Stunting dan sering mendengarkan oleh ibu-ibu yang memiliki anak balita. Stunting dan pendek memang sama-sama menghasilkan tubuh yang tidak terlalu tinggi. Namun stunting dan pendeknya adalah kondisi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama. Namun pendeknya stunting adalah pendeknya belum tentu stunting, ucapnya.

Ketua DPD KPH-PL Jonsen Tampubolon mengatakan bahwa yang ia ketahui tentang stunting adalah Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai di Kampung Samsam ini. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa berdampak jangka panjang bagi anak. Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak, ungkapnya.

Lebih lanjut jonsen mengatakan kepada awak media ,Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir tetapi, kondisi stunting baru muncul setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek ( stunted ) dan sangat penting ( severety stunted ) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku, cetusnya.

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Beberapa penyebab Stunting Sebagai gambaran bagi orang tua atau ibu yang melahirkan perlu mengetahui untuk menghindari stunting adalah :
Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi sebelum, pada masa kehamilan dan kelahiran.
Masih terbatasnya kesehatan termasuk layanan ANC (ante natal care) atau layanan kesehatan ibu selama masa kehamilan, post natal care atau setelah melahirkan dan pembelajaran dini yang berkualitas.

Masih kekurangan akses rumah tangga/ keluarga pada makanan bergizi
Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia dan karenanya diperlukan rencana intervensi yang komprehensif untuk mengurangi prevalensi stunting di Indonesia.

Intervensi yang dilakukan pemerintah kelompokan menjadi intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Intervensi gizi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Intervensi gizi sensitif yang dilakukan oleh sektor lain di luar kesehatan yang terkait dengan upaya penanggulangan stunting. Ungkapnya. (Sihotang/SHI GROUP)

Editor : Ryzka



 
Berita Lainnya :
  • Terkait Seragam PDU HUT RI Di Lebak Yang Diduga Tidak Sesuai Spek : Ketua Relawan Jokowi Banten Angkat Bicara
  • LSP Pertani Indonesia Gelar Sertifikasi Penyuluh Pertanian Di Kabupaten Indramayu
  • Perayaan HUT Ke 77 Tahun Indonesia Merdeka, Sekolah SMPN 016 Dan SDN 035 SATAP, Persiapkan Tim Paskibraka
  • Perayaan HUT 61 Peramuka Sangat Meriah
  • Petugas Kesehatan Melakukan Suntik Covid-19 Di Halaman Polsek Tambusai Utara
  • Ayep Zaki Tampung Hasil Panen Kedelai Petani Manggarai Barat NTT
  • Bupati Pemalang Jual Beli Jabatan, KPK Tahan Untuk 20 Hari Pertama
  • Irjen Pol Mohammad Iqbal : Persatuan Dan Kesatuan Merupakan Kunci Untuk Mempertahankan Keutuhan Bangsa Dan Negara
  • Advokat Dr. Yudi Krismen, S.H., M.H. Resmi Bergabung Keluarga Besar MISUR
  • Sekolah Satap Tambusai Utara Semangat Untuk Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-77
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 TNI - Polri Lakukan Penambahan Prajurit Untuk Satgas PPKM Mikro Di Kabupaten Pati
    2 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    3 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    4 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    5 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    6 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    7 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    8 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    9 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    10 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved