www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Terbukti Langgar Kode Etik Advokat
Pengacara Senior Zulherman Disanksi Pemberhentian Selama 1 Tahun
Minggu, 06/10/2019 - 21:09:31 WIB

PEKANBARU -- Pengacara senior Zulherman Idris SH MH PhD dijatuhi sanksi pemberhentian sementara selama satu tahun oleh Majelis Dewan Kerhomatan Daerah (DKD) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Pekanbaru. Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) itu terbukti melanggar kode etik profesi pengacara.

Hal itu, sebagaimana terungkap dalam sidang terbuka yang dipimpin majelis Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Pekanbaru Dr  Suhendro SH MHum, Firdaus Ajis SH MH, Firdaus Basir SH MH, serta dihadiri unsur  majelis Kehormatan Adhoc, Drs Wahyudi El Panggabean MH dan Haidir Anwar Tanjung SH di Kantor Peradi Pekanbaru Jalan Arifin Achmad, Sabtu (5/10) sore.

Selain Zulherman Idris, pada sidang kode etik profesi itu hadir pula tiga pengacara berstatus sebagai teradu. Mereka merupakan rekan satu tim Zulherman yakni, Prayetno, Marwan, dan Refi Yulianto. Sementara, pihak pengadunya dari kelompok tani sawit, Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Mereka adalah Madian Nadeak, Purasa Silalahi, Jonni Sigiro, Santoni Samosir. Perwakilan masyarakat ini mengadukan keempat advokat yang diduga melanggar kode etik pengacara.

"Memutuskan menolak esepsi teradu 1 (Zulherman) untuk seluruhnya. Menyatakan Zulherman (teradu 1), Prayetno (teradu 2), Refi Yulianto (3) dan teradu 4, Marwan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar kode etik advokat Indonesia pasal 6 huruf (a) (d) dan (f) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat," tegas Ketua Majelis, Suhandro didampingi Firdaus Ajis, SH MH dan Firdaus Basir, SH MH.

Pada putusan itu, Zulherman dijatuhi hukuman berupa sanksi pemberhentian sementara dari profesinya sebagai advokat selama 12 bulan. Sanksi tersebut berlaku terhitung sejak putusan ini berkekuatan hukum tetap dan melarang menjalankan profesi di luar maupun di dalam pengadilan.

Untuk tiga teradu lainnya, menerima hukuman sanksi lebih ringan dari mantan Dekan Fakultas Hukum UIR. Terhadap Prayetno dan Marwan diberikan sanksi berupa teguran tulisan, sedangkan Refi Yulianto menerima sanksi teguran lisan.

"Memberikan kesempatan kepada para teradu untuk melakukan upaya banding ke Dewan Kehormatan Nasional terhitung 21 hari sejak putusan ini," papar Suhendro.

“Sanksi yang dimaksud belum boleh dibilang sanksi. Karena proses masih berjalan,” kata Zulherman saat dikonfirmasi riaupos

Terhadap sanksi itu, ditegaskan Zulherman, tidak menerimanya dan bakal mengajukan banding. Kerena menurut dia, sampai sekarang pihaknya belum tahu perimbangan hukum majelis kehormatan kenapa menjatuhkan adanya pelangaran kode etik. “Sudah pasti, (lakukan upaya) banding,” jelas mantan Dekan Fakultas Hukum UIR.

Duduk perkara dalam persoalan ini, bermula dari pengaduan 5 orang perwakilan kelompok tani di Kabupaten Inhu. Awalnya, mereka menggunakan jasa Zulherman Idris untuk melakukan upaya gugatan perdata melawan PT Bukit Betabuh Sei Indah atas persoalan tanah perkebunan sawit masyarakat.

Kelima warga tersebut merupakan ‎perwakilan dari 65 orang petani. Mereka memberikan kuasa kepada Zulherman cs. Dalam kesepakatannya, dari awal gugatan sampai selesai Zulherman meminta jasanya sebesar Rp 250 juta. Pemberian kuasa warga ke pengacara mantan Dekan Fakultas Hukum UIR terjadi pada Januari 2018 silam.

Kepada Zulherman, masyarakat telah memberikan panjar sebesar Rp 155 juta. Disebutkan dalam putusan tersebut, uang panjar ini baru sampai tahap dua kali persidangan. Hanya saja, pada persidangan kedua, Zulherman cs tidak ada yang hadir di PN Rengat. Satu sisi, kliennya sudah menunggu. Zulherman beralasan sakit, namun 3 rekan lainnya juga tidak ada yang mewakili dalam sidang tersebut.

Sejak itu, warga pun mencabut kuasa kepada Zulherman cs dan meminta uang jasa tersebut dikembalikan. Karena mereka menilai Zulherman tidak profesional dan menganggap tidak sepantasnya mereka membayar Rp 155 juta hanya untuk sekali persidangan.

Dari sinilah warga meminta Zulherman untuk mengembalikan sebagian uang jasa yang sudah terlanjur dibayarkan. Namun permintaan warga diabaikan. Sehingga permasalahan tersebut dilaporkan ke DKD Peradi Pekanbaru.

Dalam persidangan Zulherman mengakui menerima uang tersebut. Menurutnya, Rp 155 juta sudah selayaknya dia terima karena selama ini sering turun ke lapangan di tempat warga.

Tetapi, jumlah pembayaran tersebut tidak pernah disampaikan Zulherman ke 3 rekannya. Dia malah memberikan penjelasan ke juniornya bahwa membela warga bagian dari pengabdian.

Kepada juniornya, dia hanya baru menerima uang Rp 15 juta dari warga padahal sudah terima Rp 155 juta. Zulherman tidak pernah transparan bahwa dia akan menerima Rp 250 juta dalam membela kliennya sampai tuntas. Zulherman hanya pernah memberikan uang ke rekan seprofesinya Rp 2,5 juta untuk transportasi ke Rengat. Majelis kehormatan juga menilai Zulherman tidak terbuka kepada rekannya sendiri.*elv/red




Sumber: riaupos.co



 
Berita Lainnya :
  • 7.077 KPM di Rohul Menerima BST Tahap I Tahun 2021
  • Sat Rekrim Polresta Pekanbaru Berhasil Ungkap Enam Tersangka Penyiraman Air Keras
  • Minta Maaf Terkait Pesan WhatsAppnya, Penghulu Teluk Mesjid Tetap Dilaporkan oleh Ketua LAI KGS Riau
  • Kapolsek Senapelan Kembali Himbau Masyarakat Taati Protokol Kesehatan Covid-19
  • Sebuah Diduga Granat Nenas Di Temukan di Wilayah Desa Kota Intan Rohul
  • Dukungan Tokoh Agama dari masyarakat Kab.Kuansing masih mengalir ke Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri
  • Tiga Tokoh Agama Kecamatan Senapelan Dukung Penuh Calon Kapolri.
  • Polresta Pekanbaru Konferensi Pers, Penangkapan Pelaku Penyiraman Air Keras, 1 DPO
  • Kapolri Pastikan Komjen Sigit Dikawal Senior-Junior Saat Fit and Proper Test
  • Rapat Paripurna istimewa: Sofyan Resmi menjadi Pengganti Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis.
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    2 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    3 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    4 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    5 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    6 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    7 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    8 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    9 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
    10 Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved