PEKANBARU, RIAU — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Pekanbaru diharapkan senantiasa kondusif. Namun, dugaan aksi premanisme jalanan menyasar pedagang menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat, Rabu (14/10/26).
Kali ini, seorang pedagang toko sembako berinisial M diduga menjadi korban pengancaman oleh dua pria tak dikenal di kawasan Simpang Lampu Merah Arifin Ahmad, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 19.05 WIB.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika korban menegur dua pria yang memarkirkan mobil jenis Daihatsu Gran Max bernomor polisi BM 9536 AC di depan toko sembako miliknya.
Teguran itu disampaikan karena korban khawatir kendaraan tersebut menghalangi akses parkir pembeli lainnya apabila ditinggalkan dalam waktu lama. Kedua pria tersebut diduga berada dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh alkohol.
Alih-alih menerima teguran secara baik-baik, salah seorang pria diduga membentak korban dengan nada mengintimidasi.
“Kau gak tahu saya siapa? Kalau mau tahu, kau tanya ke kantor PM,” demikian ucapan yang dilontarkan pria tersebut kepada korban.
Situasi kemudian memanas ketika pria lainnya turut menghampiri korban. Dalam peristiwa itu, pria tersebut diduga menodongkan seperti senjata api (senpi) sembari berkata, “Ini paman saya, jangan macam-macam.”
Ancaman tersebut membuat korban merasa terintimidasi dan khawatir terhadap keselamatan dirinya. Insiden yang semula berawal dari persoalan parkir itu pun berujung pada dugaan pengancaman yang kini diharapkan segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
Sehari setelah kejadian, tepatnya Selasa (13/10/2026), korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bukit Raya, Laporan itu tercatat dengan nomor 600/X/2026/SPKT Polresta Pekanbaru, Polsek Bukit Raya.
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh hingga berita ini disusun, kedua terduga pelaku disebut belum diamankan oleh pihak kepolisian.
Kondisi tersebut membuat korban mengaku masih diliputi rasa cemas, takut, dan khawatir ketika menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai pedagang. Ia juga mengalami trauma psikis akibat dugaan ancaman yang diterimanya.
Bagi korban, toko sembako merupakan tempat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, ia berharap persoalan yang dialaminya dapat segera ditangani secara serius agar dirinya dapat kembali berjualan dengan perasaan aman dan tenang.
Korban berharap jajaran Polsek Bukit Raya dan Polresta Pekanbaru segera mengidentifikasi, menemukan, serta menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.***
| |
Berita Lainnya : |
| Pedagang Sembako di Pekanbaru Diduga Diancam Senjata Api oleh 2 Pria Tak DikenalKetum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Transformasi Polri Harus Berorientasi pada Keadilan, Pelayanan, dan Kepercayaan PublikGRIB Jaya Pekanbaru Apresiasi Kombes Pol M. Hasyim Risahondua, Soal Pengusutan Dugaan Pencurian dan Penyimpangan Dokumen Tanah di SiakPublik Desak Polda Riau Segera Usut dan Tangkap IB, Eks Polisi yang Diduga Terlibat Peredaran Sabu di PekanbaruLaporan Dugaan Pengeroyokan dan Pengrusakan Rumah Naik ke Penyidikan, Ketum PKMNR Desak Polsek Kulim Segera BertindakAPINDO, PBB, dan Bappenas Luncurkan GISD Country Platform untuk Perkuat Investasi BerkelanjutanKabut Asap Kembali Pekat, Penerbangan Terganggu: Jangan Biarkan Riau Jadi LanggananPerlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF HariyantoPuluhan Tahun Tinggal, Kini Terancam Kehilangan Rumah: Warga Meranti Pandak Minta Presiden Prabowo Turun TanganHW Live House Kembali Disorot, Wawako Pekanbaru Setuju Ditertibkan; Izin hingga Dugaan Kekurangan Pajak THM Jadi Sorotan |
| |
Komentar Anda :