www.hebatriau.com www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Dugaan KKN Eks Kepala Bapenda Pekanbaru, PMII Gelar Aksi Unjuk Rasa Jilid 2 Depan Mapolda Riau
Selasa, 14/01/2025 - 20:04:14 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU – Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa jilid 2 di depan Mapolda Riau pada Senin (13/1/2025). Aksi ini digelar dalam rangka mengawal kasus dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, saat menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru periode 2019-2022.

Dalam orasinya, salah satu kader PMII Kota Pekanbaru mengungkapkan adanya dugaan manipulasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan Zulhelmi Arifin dengan nilai mencapai Rp23 miliar, namun yang dibayarkan hanya Rp4 miliar. Atas dasar dugaan tersebut, PMII meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk mengusut tuntas dan memeriksa kembali laporan di Bapenda Kota Pekanbaru selama tahun 2019-2022.

Ketua PC PMII Kota Pekanbaru, Rizky Ahmad Fauzi, dalam orasinya menegaskan bahwa KPK harus mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang melibatkan Zulhelmi Arifin tanpa pandang bulu. “Kami mendesak agar KPK segera memanggil, memeriksa, menangkap, memecat, dan mengadili Zulhelmi Arifin terkait dugaan manipulasi pajak yang dilakukannya selama menjabat sebagai Kepala Bapenda Kota Pekanbaru,” tegas Rizky.

Rizky juga menyoroti dugaan praktik manipulasi laporan piutang di Bapenda untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan APBD 2020. Diduga, Zulhelmi Arifin saat itu memerintahkan pegawai untuk memanipulasi data, yang rekamannya sempat viral di media sosial. Selain itu, terdapat dugaan pemotongan insentif upah pungut pegawai dan penyelewengan dana hibah senilai Rp8,5 miliar yang tidak disalurkan secara benar kepada wajib pajak yang taat.

PMII juga mendesak KPK untuk menelusuri dugaan markup nilai PBB-P2 yang awalnya hanya Rp700 juta, namun setelah appraisal tahun 2019 mencapai Rp23 miliar, namun yang dibayarkan hanya Rp4 miliar. Dugaan ini diperkuat dengan adanya pengurangan nilai pajak beberapa perusahaan dan rumah sakit secara tidak transparan.

Tuntutan PMII Kota Pekanbaru:

1. Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPK RI melakukan pemeriksaan di Kantor Dinas Perindag Kota Pekanbaru terkait dugaan praktik KKN.

2. Meminta APH dan KPK RI memanggil dan menyelidiki keterlibatan pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Bapenda dan Disperindag Kota Pekanbaru.

3. Meminta APH dan KPK RI untuk menindaklanjuti semua laporan yang telah disampaikan ke Kejati Riau, Kejari Pekanbaru, Kejagung, Mabes Polri, dan KPK RI terkait dugaan KKN.

4. Mendesak agar oknum yang terbukti terlibat dalam praktik melawan hukum dan KKN ditangkap dan diadili seberat-beratnya.

5. Meminta Pemerintah Kota Pekanbaru mencopot Kepala Disperindag Zulhelmi Arifin karena dinilai tidak mampu menjalankan amanah dengan baik.

6. Meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengevaluasi kinerja Kepala Disperindag Pekanbaru yang diduga terlibat dalam praktik KKN dan merugikan negara serta masyarakat.

Rizky Ahmad Fauzi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa PMII Kota Pekanbaru akan terus menggelar aksi hingga kasus ini ditangani dengan serius. "Kami tidak akan berhenti sampai Zulhelmi Arifin diperiksa dan diadili atas dugaan manipulasi pajak yang terjadi selama periode 2019-2022 di Bapenda Kota Pekanbaru," pungkasnya.***



 
Berita Lainnya :
  • Pemko Pekanbaru Bebastugaskan Oknum ASN dalam Perkara Nenek Jasmiati
  • APINDO Dorong RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Perluas Daya Saing
  • Surat Pengaduan Belum Juga Didisposisi, S. Hondro Pertanyakan Keseriusan DPRD Pekanbaru Tangani Aduan Masyarakat
  • Rayakan HUT IKPI, Aksi Sosial di Pekanbaru Berhasil Kumpulkan 444 Kantong Darah
  • CPO Diduga Masuk Sungai di Kawasan Industri Lubuk Gaung, PT EUP Didesak Buka Terang dan Pemerintah Bertindak
  • SPMB 2026 Dipenuhi Keluhan, GRIB Jaya Pekanbaru Desak Plt Gubernur Bertindak: Disdik Riau Jangan Bungkam Aduan, Kabid SMA Harus Dievaluasi!
  • GRIB Jaya Desak BK Periksa Anggota DPRD Pekanbaru Berinisial F, S. Hondro: Kami Tak Akan Berhenti di BK
  • Pernyataan Wali Kota Pekanbaru Soal 133 HGB STC Jadi Sorotan, KPK dan Kemendagri: Tak Pernah Beri Rekomendasi
  • S. Hondro Desak Transparansi Anggaran Publikasi Kampar: Jangan Ada Media 'Titipan'
  • Dugaan Adanya Permainan, Ketum PMN Soroti Anggaran Diskominfo Kepulauan Meranti
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Pasca Kejadian yang Menimpa Mahasiswa Papua di Surabaya
    Gejolak Yang Terjadi di Papua, Tak Goyahkan Kedamaian Merauke
    2 Masyarakat Jangan Sembarang Unggah Data KTP-el dan KK di Internet
    3 Pengadilan Tolak Gugatan F. Zega, S. Hondro Tegaskan Sengketa Telah Diuji Melalui Jalur Hukum
    4 Laporan Sempat Dicabut karena Janji Pelunasan, Dugaan Penipuan Proyek Rp 200 Juta yang Libatkan 2 Oknum DPRD Pekanbaru Kembali Mencuat
    5 Apresiasi Polri Berantas Korupsi, Ketum LSM Rajawali Merah Putih Sebut Ketegasan Kakortastipidkor Cerminkan Supremasi Hukum yang Berkeadilan
    6 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    7 Pelaksanaan Pelantikan Pejabat Kepala Desa Bantan Tua Oleh Camat Bantan
    8 HEBAT ! Ini 31 Nama Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Riau 2024
    9 Silaturahmi dan Audiensi Penuh Keakraban, GRIB Jaya Kota Pekanbaru Perkuat Sinergi dengan Ketua DPRD Riau
    10 Hebat…!!! Anggota Komisi A DPRD Nisel, Tantang Tim Terpadu Pemda Nisel Observasi ke Seluruh Desa
     
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2025 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved