www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Diduga Para Pelaku Kebal Hukum Meski Sudah Dilapor Polisi, Pelapor Akan Demo di Polda Riau Untuk Keadilan.
Selasa, 13/10/2020 - 19:44:30 WIB

PEKANBARU -  Seorang warga Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Hendrian Mansyur Hasibuan dan rekannya, akan melakukan aksi di Polda Riau, sesuai surat pemberitahuan aksi yang dilayangkan nya Selasa, (13/10/2020) di Polres Kampar dan Polda Riau dengan masa aksi sekira kurang lebih 60 orang.

Aksi yang akan dilaksanakan  Hendrian Mansyur Hasibuan dan rekannya itu kedepan, ia menilai  lambannya penanganan tindak lanjut laporanya dugaaan pengerusakan tanaman sawit di lahan miliknya diduga dilakukan Erwin Pra Wijaya dan Er lim Pasari, mungkin diduga para pelaku ini kebal hukum.

Dugaan pengrusakan tanaman kebun kelapa sawit seluas 10 hektar tersebut dengan alat berat yang dilakukan oleh ketiga orang yang mereka red mengklaim tanahnya seluas 10 hektar tersebut. Sementara itu lahan mereka beberapa orang dengan miliki surat SKGR, juga punya cukup saksi soal kebun itu

"Ya, Saya telah membuat laporan polisi tanggal 16 April 2020 lalu. Nah, sampai hari ini tindak lanjut laporan itu belum juga ada titik terangnya. Dan hari ini saya layangkan surat pemberitahuan aksi di Polda Riau pada tanggal 19 Oktober 2020 dari Jam 09 00 Wib sampai dengan selesai,"  kata Hendri Mansyur Hasibuan kepada wartawan usai menyerahkan surat di Polres Kampar dan di Polda Riau.

Ia mengaku cukup kesal, sebab kurun waktu enam bulan laporan pengrusakan kebun sawit miliknya itu, dirinya belum merasakan keadilan hukum dari laporannya tersebut, karena kebun kelapa sawit seluas 10 hektar itu sudah diporak-porandakan ketiga orang diduga pelaku yang dirinya laporkan itu. 

"Akhir-akhir ini mereka diduga pelaku yang mengklaim dan sudah membuat plang di atas tanah saya yang mengaku memiliki SHM, sementara lahan itu jelas-jelas milik saya. Sehingga dugaan pengerusakan Kelapa Sawit diatas lahan itu yang sudah saya laporkan di Polres Kampar," ujarnya.

"Saya selaku pelapor serta korban pengrusakan atas kebun kelapa sawit kecewa dengan pihak kepolisian polres kampar. Sebab, kebun yang saya tanami itu sudah berumur empat tahun. Atas kerugian itu tentu harus mereka diduga pelaku pertanggungjawabkan, kami meminta mereka diduga pelaku ditangkap," tegasnya.

Mansyur Sembari menunjukkan bukti laporan polisi tertanggal 16 April 2020, LP/70/IV/2020/RIAU/ RES/ KAMPAR ke wilayah hukum Polres Kampar. Akuinya semenjak dilaporkan nya kasus itu baru hari ini ia menerima SP2HP dari Penyidik. 

"Itu pun setelah saya layangkan surat Pengaduan Masyakat langsung kepada yang terhormat Bapak Kapolda Riau, dan hari ini saya layang kan surat pemberitahuan aksi mencari keadilan pada tanaman Kelapa Sawit di lahan kami yang diduga dirusak mereka pelaku," beber Warga Kabupaten Rokan Hulu ini menjawab pertanyaan wartawan.

"Kalau tidak dirusak oleh mereka diduga pelaku, kebun kelapa sawit kami itu, bisa menambah beli beras untuk kehidupan kami keluarga disaat Pandemi Covid-19 ini, karena saat diduga dirusak, kelapa sawit nya sudah ada yang buah pasir," tuturnya dengan sedih mengingat biaya yang sudah mereka keluarkan pada tanaman kelapa sawit itu kurang lebih dari Rp 1.5 Milar. 

Sementara itu sesuai dari SP2HP diterbitkan  Satreskrim Polres Kampar nomor : SP2HP/37/X/2020 /Reskrim, kralifikasi biasa, perihal : Pemberitaan Perkembangan Hasil Penyelidikan, membenarkan sudah menerima Laporan Pada SP2HP I nomor SP2HP/255/IV/2020. SPHP II nomor : SP2HP/274/VII/2020.

Pada SP2HP ini pada poin ke 3 menjelaskan, terhadap hambatan yang penyelidik ditemukan selama proses penyelidikan,  terhadap saksi nama Rosalia Sinaga berada di Kota Medan Sumatera Utara dan Muhamad Iqbal di Kota Bandung Jawa Barat. Kedua saksi sangat perlu diwawancarai penyidik dan BB lainnya seperti kwintasi pembelian bibit sawit. Namun kwintasi pelapor sudah menyerahkan BB kwintasi hari ini dan sudah diterima penyidik. (Fah/SHI Group)




 
Berita Lainnya :
  • Kantor Satgas Inti IPK Rohul Diresmikan dan Penyerahan Bantuan Sosial Kepada 30 Lansia dan Anak Yatim Piatu.
  • Terkait Pasar Ramadhan Dan Sholat Tarawih, Ini Kata Walikota Dumai.
  • Gelar Rapat, Ini Pesan Walikota Dumai Terkait Covid-19
  • Wako Dumai Tinjau Langsung Pemadaman Api Kebakaran Hutan Usai Melakukan Video Confrence Dengan Gubri
  • Segera Selesaikan RDRT oleh Pemko Dumai
  • Gubernur Riau.DRS H.Syamsuar MSi. Panen Jagung kelompok Tani Santri Indonesia
  • Pelatihan Jurnalistik riaubangkit.com diharapkan lahirkan wartawan profesional
  • Personil Ops Pemburu Teking Covid-19 Polres Kuansing tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya
  • Suasana Pendemi Covid19 Polri selalu Menghimbau Masyarakat Agar Mematuhi 3M
  • Tim Puslitbang Polri Kunjungi Polresta Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    2 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    3 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    4 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    5 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    6 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    7 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    8 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    9 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
    10 Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved