www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
PH Penggugat Serahkan Bukti Tambahan dan Hadirkan Saksi Fakta, Tergugat Itu Masuk Lahan KUD Setia Baru dan Bantah Semua Buktinya
Rabu, 29/07/2020 - 10:45:27 WIB

Hebatriau.com, Rokan Hulu - Pengadilan Negeri (PN) Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, kembali melanjutkan sidang gugatan perdata lahan 57, 42 Hektar Selasa, (28/7/2020) yang berada di Afdeling 8 PT Hutahaean Dalu-dalu.

Sidang Perdata ini penggugat H.Syafi'i Lubis warga Desa Tingkok tergugat  PT Hutahaean Dalu-dalu Kecamatan Tambusai, didampingi dengan agenda Mendengar Keterangan Saksi-saksi dan PH Penggugat juga menyerahkan alat bukti tambahan, tidak terdaftarnya KUD Setia Baru di Kementerian Koperasi UKM RI baik di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Sidang itu tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid-19, dipimpin Majelis Hakim Ketua Lusiana Ampieng SH MH juga Wakil Ketua PN Pasirpengaraian didampingi Hakim Anggota Adhika Budi Prasetyo, SH, M.BA, MH, Adil Martogo Franki Simarmata, SH dan Penitera. 

Hadir Penasehat Hukum dari PT Hutahaean Reta Manulang dan rekan sedangkan Penasehat Penggugat Efesus DM Sinaga, SH dan Ramses Hutagaol, SH, MH.

Pada sidang kali ini, Pengacara Penggugat hadirkan 4 orang saksi yang dilakukan sumpah Murlan Nasution, dan Nazaruddin Nasution dan saksi lain M.Rajak dan Fahrin Waruwu. Ada diantaranya saksi fakta lahan yang menjadi Obyek Perkara pada sidang tersebut.

Tegas Murlan Nasution dan Nazaruddin Nasution menjawab setiap pertanyaan PH Penggugat, PH Tergugat dan Yang Mulia Majelis Hakimtanyakan, benar adanya lahan H. Syafi'i Lubis dikelola jadi Kebun Kelapa Sawit oleh PT Hutahaean Dalu-dalu sampai dengan sekarang ini.

Sebut Murlan yang tak ada kaitan Keluargannya dengan Penggugat, Namun termasuk ia sendiri melihat dan menyaksikan H.Syafi'i Lubis saat membuka lahan itu dari hutan belukar dan ia juga ikut bekerja disana. Ia juga menerangkan sejarah lahan tersebut di hadapan yang mulia hakim, dan menerangkan lahan itu yang sudah ia datang pada Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) belum lama ini.

"Itu lahannya yang Sidang PS tersebut, semua ada dalam PT Hutahaean dalu-dalu Afdeling 8 dan sudah menjadi Perkebunan Kelapa Sawit," tegas Murlan Nasution.

"Dan semenjak lahan tersebut dikelola oleh PT. Hutahayan, Syafii Lubis tidak pernah menerima apapun bentuknya bunyi kesepakatan yang dibuat.” tambahnya lagi.

Saksi lain, Nazaruddin juga mengakui dirinya masih berumur 15 tahun saat itu, ia sering ikut mandat bersama orang tuanya bernama Parlaungan Nasution Almarhum yang waktu itu atas permintaan H Syafii Lubii untuk bekerja membukaan lahan tersebut sebagai penumbang kayu dan mengimas, saat masih hutan belukar yang saat ini sudah menjadi perkebunan kelapa sawit, dan dilahan itu disana ada sungai Bahanan 

"Waktu itu saya mengantar, beras,  keperluan kerja dan sering ikut tidur di sana bersama dengan orang tua saya almarhum," kata Nazaruddin Nasution Hal yang sama juga disampaikan saksi M. Rajak mengetahui H. Syafi'i Lubis membuka lahan tersebut.

Tidak itu saja, bahkan kedua saksi itu, mereka Menuding Perkebunan Sawit PT Hutahaean dalu-dalu tersebut dihadapan hakim dan didadapan Pengacara kedua belah pihak "Pembohong PT Hutahaean dalu-dalu pembohong, hak yang punya lahan tak ia berikan," beber Murlan dan Nazaruddin saat memberikan keterangan mereka secara berbeda jam sesuai jadwal.

Saksi Fahrin Waruwu juga menyampaikan kesaksiannya saat ada pertemuan dengan Anggota DPRD Rokan Hulu, ada Komisi II dan pimpinan DPRD H. Zulkarnain ada Porkot Hasibuan, Ketua Komisi II Hj. Sumiarti semuanya ada kurang lebih 30 orang di salah Satu Ruangan Hotel Labersa Kota Pekan Baru pada tahun 2017 lalu, Owner atau Direktur PT Hutahaean Harangan Wilmar Hutahaean mengakui ada lahan H.Syafi'i tersebut. 

"Tidak itu ada kami kelapangan bersama Ketua dan Pengurus LSM Topan RI Rohul dengan anak penggugat penerima kuasa ayahnya Budiman dan disambut hangat oleh Manajemen PT Hutahaean Dalu-dalu ada GM Marbun dan Humas Sinaga, namun pengukuran tidak terlaksana semua, karena juru ukur dari PT. Hutahaean an Amwirman tidak hadir, dan sesuai komunikasi dengan HW Hutahaean dari via selulernya pengukuran dilanjutkan Minggu berikutnya, namun tak pernah terlaksana hingga pada sidang hari ini," tutur Fahrin Waruwu menjawab pertanyaan PH Penggugat dan Yang Mulia Hakim.

Sedangkan menjawab pertanyaan dari PH Tergugat, Fahrin Waruwu akui, sudah ada menulis diberita adanya masalah Anggota KUD Setia Baru dengan PT Hutahaean, saat pertemuan di Kantor DPRD Rohul dan saat Aksi Demo Damai saat itu.

Melalui wawancaranya, PH dari Penggugat Efesus Sinaga didampingi rekannya Ramses Hutagaul, mengungkapkan pada sidang hari ini selai menghadirkan diantara saksi fakta pada lahan itu, pihaknya juga menyerahkan surat bukti tambahan, sesuai dari situs resmi Kementerian Koperasi UKM RI, KUD Setia Baru tidak terdaftarbaik di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu.

kata PH pengggugat yang akrab disapa Efesus Sinaga didampingi Ramses Hutagaol, Dan menjelaskan pada sidang sebelumnya sudah menyerahkan bukti-bukti lain bahwa lahan itu milik dari klaien mereka bukan KUD.

"Ya Kita hari ini selain hadirkan saksi fakta atas nama Murlan Nasution dan Nazaruddin Nasution, juga kita menyerahkan surat bukti tambahan, tentang KUD Setia Baru tidak terdaftar di Kementerian Koperasi UKM RI baik di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan," jelas PH pengggugat yang akrab disapa Efesus Sinaga.

Selain itu lanjat Efesus Sinaga, sesuai di sidang PS sebelummya klien dan saksi meraka sudah menunjukkan didepan yang mulia hakim, dimana posisi lahan yang selama ini sudah dikuasai oleh PT Hutahaean Dalu-dalu, sambil berjalan pengukuran saat itu ada di blok, N 12, N 13, O 12, O13 dan O 11.lokasi lahan tersebut yang berada di areal Afdeling 8 perkebunan kelapa sawit Owner Harangan Wilmar Hutahaean tersebut.

"Dan sejak tahun 2002 yang sudah produksi kurang lebih 18 Tahun, tergugat PT Hutahaean red. Tidak ada pernah memberikan hak dari klaien kami. Sehingga dari bukti surat tambahan ini tidak terdatanya KUD Setia Baru, ini sudah jelas PT Hutahaean Ingkar Janji kepada klien kami," jelasnya.

Sementara itu, baik dari Beberapa sidang sebelumnya dan pada sidang jawaban pembuktian bukti penggugat, PH Tergugat sudah membantah dengan dibacakan Reta Manulang, menguraikan dari awal kerjasama PT Hutahaean dengan KUD Setia Baru Tambusai yang akte notaris H.Ahamad Yunus, SH, pada perjanjian awal dengan luas 2.830 hektar, saat itu Rohul masih Kabupaten Kampar.

"Kami dari tergugat membantah semua bukti dari penggugat, sesuai bukti dari PT Hutahaean. PT Hutahaean bekerja sama dengan KUD Setia Baru. Namun kita tetap mengikuti sidang ini sampai putusan dari yang mulia majelis hakim," pungkas Reta Manulang.

Dari pantauan awak media, usai didengar keterangan para saksi dihadirkan PH Pengggugat, yang sempat diskor 2 jam itu, 

Keterangan foto sidang di PN Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. (Fah/SHI Group).



 
Berita Lainnya :
  • Bupati Rohul, Bila Benar dan Terbukti, Oknum ASN Diduga Kabur, Setelah Pinjam Uang Senilai 1,4 Miliyar Harus Diproses.
  • AKBP Taufiq Baru Menjabat Kapolres Rohul, Jajarannya Ungkap Pelaku Curanmor 5 Unit SPM BB.
  • Ditreskrimum Polda Riau Ringkus 4 Pelaku Pencurian
  • GERAK MISI Melayangkan Surat Ke DPRD
  • Polda Metro Jaya Layangkan Panggilan Kepada Hadi Pranoto
  • Kecelakaan Lintas Antara Sepeda Motor
  • Kade - Iyet Didukung PDIP, Gerindra Dan PKB Dipilkada Bengkalis 2020
  • DR. Hardianto, M.PD Resmi Mendaftar Sebagai Balon Rektor UPP Periode 2020-2024
  • Seorang Bocah Tewas Tenggelam
  • Dasmin Ginting Mohon Maaf dan Ucapkan Terimakasih, Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lanjutkan Program Mari Jaga Sitkamtibmas
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    2 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    3 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    4 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    5 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    6 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    7 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    8 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    9 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
    10 Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved