www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Kamis, 03/08/2017 - 23:17:01 WIB

NIAS SELATAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara dinilai gagal mensejahterakan masyarakat. Buktinya, hingga detik ini modal Koperasi Kelompok Tiga Serangkai, masih terbenam pada program pembangunan pabrik pengolahan karet di Desa Sisarahili Oyo Kecamatan Onohazumba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh www.hebatriau.com dari pengurus Koperasi Kelompok Tiga Serangkai dibawah naungan Pelmas BNKP Resort 15, bahwa sejak modal Koperasi tersebut terbenam pada program pembangunan pabrik pengolahan karet, keanggotaan koperasi semakin merosot, sebelumnya telah mencapai 2.000 lebih keanggotaannya, dan hingga sekarang ini keanggotaan tinggal kisaran 600-san.



Pengurus Koperasi Kelompok Tiga Serangkai Pelmas BNKP Resort 15, Aluizisokhi Halawa, mengatakan Keberadaan Koperasi di Desa Sisarahili Oyo Kecamatan Onohazumba, dinilai hanya dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan sesaat melalui program pemerintah. Itu terjadi akibat lemahnya atau belum maksimal pengawasan dari Pemda Nisel terhadap pengembangan Koperasi dan UKM.

Padahal sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 terbentuknya koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Nah,,, kalau begitu, berarti Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan, dinilai gagal dalam membangun sektor perekonomian masyarakat, dan ini perlu adanya evaluasi secara besar-besaran,” Kata Aluizisokhi Halawa kepada www.hebatriau.com saat diwawancarai via selular Kamis (03/08/2017).

Aluizisokhi menjelaskan, sebelumnya Koperasi Kelompok Tiga Serangkai di Desa Sisarahili Oyo, cukup berkembang dan bisa mengimbangi laju pertumbuhan ekonomi masyarakat secara global di wilayah Nias Tengah, sehingga ada upaya pemerintah untuk mengembangkan lebih maju dengan program pembangunan dan pengadaan mesin pabrik pengolahan karet dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Ujarnya.

Ditambahkannya, “dengan program itu, Pemerintah pasti sudah memikirkan serta merencanakan dengan matang, bagaimana cara untuk mengembangkan terhadap program tersebut, tetapi dengan kenyataannya sekarang ini, sama sekali pemerintah itu tidak peduli akan peningkatan ekonomi masyarakatnya bahkan membuat perekonomian masyarakatnya semakin merosot.” Ungkap Aluizisokhi

Lebih lanjut Aluizisokhi menjelaskan bahwa “Awalnya pemerintah menilai Koperasi Tiga Serangkai dapat mengelola program ini, sehingga ditawarkan untuk menyediakan lahan sebagai tempat bangunan mesin dan seterusnya pemerintah menganggarkan bangunan dasar, dan selanjutnya pemerintah meminta pihak koperasi untuk melanjutkan bangunan itu, dengan dana koperasi sendiri yang nantinya akan dianggarkan pemda untuk membayarkan besaran dana untuk kelanjutan bangunan tersebut, karena bantuan mesin pengolahan karet dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI akan segera masuk di lokasi tersebut,” jelasnya



Pihak Koperasi berupaya untuk menyelesaikan bangunan tersebut hingga mesin pengolahan karet yang seharga berkisar Rp. 1,5 miliar lebih, tiba dilokasi dan sempat beroperasi beberapa saat, dan hasilnya selalu membuat pihak koperasi rugi, salah satu sebabnya dikarenakan spesifikasi mesin yang ada tidak sesuai dengan apa yang disosialisasikan sebelumnya. Sehingga sampai saat ini mesin tersebut tidak lagi beroperasi. “Sudah jatuh ditimpa tangga lagi” ungkapan dari Aluizisokhi sebagai Ketua Koperasi tersebut.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi UKM Kabupaten Nias Selatan, Aferili Harita, SE.,MA, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada pengurus Koperasi Tiga Serangkai untuk tidak melanjutkan pengoperasian mesin tersebut karena dengan keadaan sekarang ini maka tidak dapat mencapai omset yang dikehendaki. “Sebaiknya Koperasi tidak melanjutkan pengoperasian mesin tersebut, karena dinilai tidak mencapai omset yang dikehendaki.” Ucap Aferili kepada www.hebatriau.com saat diwawancarai di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi UKM, Kamis (03/08/2017) sepulangnya dari lokasi mesin pengolahan karet tersebut.

Aferili menjelaskan, pihak Koperasi yang mengelola mesin pengolahan karet dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, seharusnya telah memiliki lahan minimal 3.000 hektar pohon karet untuk memenuhi kebutuhan dari mesin tersebut, sehingga dengan itu omset yang dikehendaki baru tercapai. Jelas Aferili.

Menanggapi berbagai keluhan dari pengurus Koperasi Tiga Serangkai atas modal atau saham yang sempat tertanam pada program tersebut, maka pihaknya menganjurkan pihak koperasi untuk mempertanyakan status mesin tersebut kepada Deperindag RI, “Kalau memang alat tersebut sudah dihibahkan kepada Koperasi Kelompok Tiga Serangkai, maka alat itu adalah hak milik koperasi dan berhak untuk menjualnya kembali guna menutupi modal atau saham yang tertanam didalamnya” ungkap Aferili.

“Sejauh ini Pihak Deperindag RI belum ada pemberitahuan kepada pihak Pemda Nisel akan tindak lanjut dari program itu.” Pungkas Aferili. (As/Hr)




 
Berita Lainnya :
  • Pemko Pekanbaru Dapat Bantuan Pembangunan Tranportasi dari Luar Negeri, Dewan Berharap Dapat Bermanfaat
  • Resmi Dilantik, Berikut 10 Janji Kampanye Jokowi - KH Ma'ruf Amin Yang Akan Ditagih Rakyat Indonesia
  • Besok, Presiden RI Jokowi Kenalkan Kabinet Kerja Jilid 2
  • Gowes Putra Yudha, Jadi Sarana Kemanunggalan TNI dan Rakyat
  • Hebat ! Aksi Damai di Lamongan Diwarnai Bendera Merah Putih 700 Meter
  • Lapangan Makodam Brawijaya Jadi Ajang Adu Senam Zumba
  • DR. Yuspan Zalukhu, SH.,MH. Dewan Pembina IMO-INDONESIA Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024
  • Sosok JK Akan Sulit Ditemui, Kapolri Cerita Pernah Dibela Saat Tangani Konflik Poso
  • 9 Pimpinan Negara Hadir, Pengamanan Pelantikan Presiden Diperketat
  • Lima Anggota Terpilih BPK Periode 2019-2024 Ucapkan Sumpah Jabatan
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 SADIS…!!! Warga Desa Olayama Kecamatan Huruna Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Propinsi
    2 Sadis...!!! 2 Orang Korban Penikaman dan Pembacokan di Kota Gunungsitoli masuk RSU Gunungsitoli
    3 Seorang Pria Ditemukan Tewas di Salah Satu Rumah di Desa Umbu Kecamatan Gido
    4 ALAMAK! 4 Oknum PNS dan 2 Jaksa di Selatpanjang Terjaring Razia BNN
    5 Monas Duha Sumbangkan Gajinya ke STIE Nias Selatan
    6 Duh, Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terindikasi Dijual ke Luar Daerah
    7 Operasi Zebra 2017 di Riau Berakhir, Tilang Naik hingga 92 % Dibanding 2016
    8 Wanita Cantik Kekasih Napi Ini Ketahuan Mau Selundupkan Sabu ke Lapas II A Bengkalis
    9 Tohusokhi Lase Desak Polsek Bawolato Segera Tuntaskan Kasus Penganiayaan Atas Dirinya
    10 Pemda Nisel Dinilai Gagal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
     
    Follow:
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015 PT. HEBAT RIAU MEDIA, All Rights Reserved