www.hebatriau.com
www.hebatriau.com
Follow:
 
 
LALA AND LILO Diminati Orangtua dan Guru TK Siap Berlaga Dalam Pimnas 2019 di Udayana Bali
Rabu, 14/08/2019 - 22:22:25 WIB

MALANG, Hebatriau.com -- LALA AND LILO dari Universitas Negeri Malang (UM) berhasil lolos untuk maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 2019. PIMNAS yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan digelar di Universitas Udayana pada 27-30 Agustus mendatang.

Bahasa Inggris telah diakui sebagai bahasa internasional, sehingga penting untuk dipelajari oleh setiap negara termasuk di antaranya Indonesia. Namun, sayangnya kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia masih terbilang rendah.

Berawal dari keprihatinan akan masalah ini, sekelompok Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menyebut dirinya “Lala and Lilo Project” membuat sebuah inovasi dalam pembuatan media pembelajaran bahasa Inggris. “Kita tahu, bahasa inggris sudah masuk dalam kurikulum pendidikan di negeri kita. Itu artinya, kurang lebih sudah 12 tahun kita belajar Bahasa Inggris. Tapi kemampuan bahasa inggris masyarakat di negara kita masih tergolong rendah.

Ternyata salah satu faktornya mengapa bisa rendah (kemampuan bahasa inggris) karena pembelajaran yang tidak dimulai sejak usia dini.” Ujar Rifky Fajar selaku salah satu anggota kelompok.



Oleh karena itu sekelompok mahasiswa, Alif Hanifatur Rosyidah, Hafizah Islami Rahmadina, Nilna Almunaa Brilliarahma Hermanto, Rifky Fajar Fitrianto, dan Indra Nurdien Hakim menciptakan inovasi metode pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak usia prasekolah. Dalam buku ini, anak-anak TK dan Prasekolah tidak hanya sekedar belajar reading, tetapi juga bisa belajar speaking dan listening sekaligus.

Hingga saat ini, Buku LALA AND LILO karya mahasiswa Universitas Negeri Malang ini telah berhasil dijual hingga lebih dari 200 eksemplar dalam kurun waktu yang cukup singkat. “Alhamdulillah buku ini sangat diminati oleh para orangtua dan juga TK. Sehingga dalam kurun waktu yang singkat, sudah terjual lebih dari 200 eksemplar buku.” Kata Alif, selaku ketua tim.